top of page

NEWS



Franchise depot air minum indofresh water yang sibuk melayani pelanggan

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik krisis ada peluang, sepertinya hampir setiap orang sudah pernah mendengar filosofi di atas, dan nasehat bijak ini sangat benar adanya, salah satunya apabila kita ambil contoh sejarah berdirinya usaha depot air minum isi ulang.


Untuk proses pengisian air minum isi ulang, botol plastik ukuran 19L paling umum digunakan konsumen. Usaha depot air minum, berbeda dengan produk air minum dalam kemasan atau amdk bermerk lainnya, hanya menjual air minum, tanpa berikut botol kemasannya. Konsep air minum isi ulang dengan dispenser, yang sekarang sudah sangat umum ditemukan di rumah dan perkantoran, menurut referensi - Filtrine catalog from 1922 titled, A Profitable Solution of the Drinking Water Problem in Office Management” - telah dimulai di Amerika Serikat sejak tahun 1920-an dan pertama kali ditujukan untuk karyawan perkantoran karena pada waktu itu kualitas air minum dari perusahaan air minum masih buruk dan banyak menimbulkan masalah kesehatan. Filtrine menawarkan air minum isi ulang yang telah diproses dengan filter plus dispenser sehingga aman dan praktis untuk diminum. Popularitas air minum dalam kemasan di Amerika Serikat mulai makin populer sejak ditemukannya polyethylene terephthalate atau pet oleh DuPont karena air minum dalam kemasan plastik lebih praktis dibawa kemana-mana dan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan dalam kemasan kaca.


Di Indonesia sendiri, air minum dalam kemasan dirintis sejak tahun 1973 oleh pendiri Aqua yaitu Tirta Utomo. Menurut referensi, sebelumnya beliau adalah pejabat teras Pertamina dan harus sering keluar negeri dan bertemu dengan orang asing. Dari sinilah timbul ide untuk membuat air minum dengan kemasan. Awalnya bernama Puritas (Pure Artesian Water) dan diganti menjadi Aqua karena lebih mudah diingat dan diucapkan. Selebihnya adalah sejarah, saat ini Aqua menguasai hampir 45% pasar air minum dalam kemasan.


Pada saat air minum dalam kemasan menguasai pasar Indonesia, sekitar tahun 1999, mulailah ada usaha yang biasa disebut sebagai depot air minum isi ulang. Usaha ini, begitu cepat populer dipicu oleh kondisi saat itu Indonesia yang sedang mengalami krisis, semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga drastis, orang banyak yang kelimpungan karena penghasilan justru turun dratis, sehingga orang mencari jalan keluar, untuk pengusaha yang sedang mencari peluang usaha yang anti krisis dan modal minim, dan untuk konsumen yang butuh produk sehari-hari dengan biaya yang lebih murah. Selebihnya adalah sejarah, dari hanya sekitar 400-an depot air minum di tahun 1999, menurut data tahun 2021 dari kemendag terdaftar sekitar 60,000-an depot air minum. Dan mulai tahun 2004, mulai ada istilah baru yaitu Depot Air Minum Modern dikarenakan terbitnya regulasi pemerintah yang dikeluarkan oleh kemenperindag waktu itu yang mengatur secara detail proses pendirian dan operasional depot air minum. Dari sini mulailah dibuka depot air minum modern seperti Biru, Daily Fresh Water, Indofresh Water, dan Aquago.


 

Klik ini apabila anda tertarik buka usaha depot air minum Indofresh Water dengan sistem franchise atau klik ini apabila anda lebih tertarik dengan sistem lisensi Aquago.

  • mwb

Diperbarui: 1 Feb


grand opening franchise usaha depot air minum indofresh water galaxy bekasi

Setiap orang pasti menginginkan setiap buka usaha berjalan sukses dan menguntungkan. Kebanyakan orang berpikir dengan modal usaha besar dan jual produk kebutuhan pokok seperti air minum, maka dipastikan usaha tersebut akan berkembang pesat. Sayangnya, faktanya jauh dari harapan, secara statistik hampir 78% pengusaha pemula gagal menjalankan usahanya pada tahun pertama. Dan berdasarkan data dari IDX (Bursa Saham Indonesia), selama pandemi hampir 40% bisnis UMKM terpaksa gulung tikar.


Dengan data tersebut diatas apakah perlu menunda niat untuk membuka usaha? Tentu tidak, setiap usaha tentunya akan menghadapi tantangan, tidak mudah tentunya karena kalau mudah tentunya semua orang pasti buka usaha, setuju ya? Disini penulis akan membagikan rahasia sukses membuka usaha, terutama usaha depot air minum. Mengapa usaha depot air minum, selain karena related dengan rahasia sukses, tapi juga penulis memiliki pengalaman dalam membantu orang yang ingin membuka usaha depot air minum isi ulang, yang bukan saja memiliki konsep modern, tapi juga awet dan menguntungkan.


Ada Beberapa Faktor Rahasia Sukses Usaha Depot Air Minum:

  1. Depot air minum dibawah manajemen perusahaan franchise.

  2. Lokasi.

  3. Produk.

  4. Harga.

  5. Karakter pemilik usaha.

  6. Promosi.

  7. Standar prosedur operasional.

  8. Kondisi fisik tempat usaha.

1. Ada Alasan Kenapa Usaha Depot Air Minum Di Bawah Manajemen Perusahaan Franchise Ada Di Urutan Pertama


Membuka usaha dan berhasil dalam usahanya, terutama untuk pengusaha pemula, adalah pekerjaan sulit dan penuh perjuangan. Terbukti dari data statistik diatas, hampir 78% pengusaha pemula mengalami kegagalan. Apa penyebabnya? Mereka harus melalui proses trial dan error dan semua itu tentu butuh biaya besar untuk bisa bertahan melalui proses tersebut sampai usahanya berhasil. Dengan membeli paket usaha depot usaha depot air minum dari perusahaan franchise, resiko kegagalan bisa diminimalisir. Perusahaan franchise seperti Indofresh Water misalnya, selain memberikan paket lengkap peralatan depot air minum, sekaligus memberikan dukungan manajemen, operasional, marketing, dan maintenance peralatan agar usaha tersebut berhasil. Bahkan ada juga yang sejak awal memberikan dukungan survey lokasi untuk memastikan lokasi tempat usahanya strategis.


Dan mereka sangat berkepentingan agar usahanya bisa awet dan menguntungkan karena membawa nama baik merk usaha dari perusahaan tersebut. Semakin lama perusahaan franchise tersebut telah berdiri, semakin banyak cabang usaha yang berhasil dibuka, maka semakin berpengalaman dan bisa diandalkan perusahaan franchise tersebut.


Sesuai pepatah 'Apabila mau cepat berjalanlah sendirian, tapi apabila mau berjalan jauh berjalanlah bersama orang lain'.



2. Lokasi, Lokasi, Lokasi


Semakin strategis lokasi tempat usaha semakin besar peluang sukses usahanya. Syarat utama ini berlaku untuk hampir semua jenis usaha, terutama yang bergerak dalam bidang retail atau bisnis to customer. Pelanggan lebih senang kalau mau membeli sesuatu lokasinya dekat rumah dan ada tempat parkir. Tempat usaha akan lebih cepat dikenal karena banyak orang dan kendaraan yang melintas.


Yang menentukan strategis tidaknya lokasi tempat usaha:

- Segmen ekonomi penduduk, produk harus disesuaikan dengan kemampuan beli penduduk.

- Populasi penduduk sekitar tempat usaha, semakin besar populasinya semakin baik.

- Tingkat keramaian lalu lintas, paling ideal lalu lintas dengan keramaian sedang.

- Jalur dua arah.

- Ada tempat parkir.

- Dekat dengan mini market dan bank.

- Bebas banjir.

- Ada usaha sejenis. Ini menandakan bahwa ada permintaan atau demand atas produk tersebut.


Tentunya ini hanya garis besar saja dalam menentukan strategis tidaknya tempat usaha, perlu kecermatan survey dan pengalaman untuk bisa mendapat kesimpulan penilaian yang terbaik.


Kemudian apabila tempat usaha kurang strategis apakah sebaiknya tidak usah buka usaha? Tentu tidak, ada trik untuk menutupi kekurangan tersebut, melalui promosi yang menarik dan memberikan pelayanan yang terbaik, tapi prosesnya tentu lebih lama.


3. Produk


Sebelum membuka usaha, tentunya sudah dipikirkan terlebih dahulu produk apa yang mau dijual. Umumnya ciri-ciri produk yang bisa jadi pilihan:


- Produk kebutuhan pokok, bukan produk musiman. Salah satunya air minum, setiap saat dibutuhkan manusia. Salah satu kelebihan dari produk dari depot air minum, selain untuk konsumsi air minum, digunakan pula untuk keperluan memasak, mandi bayi, bahkan untuk mengisi akuarium.

- Pangsa pasar luas. Produk depot air minum bukan hanya untuk keperluan rumah tangga, tapi juga untuk keperluan warung, rumah makan, kantoran, dan pabrik.

- Produk berkualitas dan harus bisa dibuktikan. Untuk bisa bersaing dengan air minum dalam kemasan ternama, depot air minum harus bisa meyakinkan produknya berkualitas, dan itu bisa dibuktikan dengan sertifikat uji air dari lab terakreditasi.


4. Harga Air Minum Isi Ulang


Harga memiliki peran penting untuk bisa bersaing dengan air minum dalam kemasan (amdk) ternama. Harga produk air minum isi ulang jauh lebih murah sekitar Rp.6,000 - 9,000 dibanding harga amdk ternama sekitar Rp.18,000 - 21,000. Ini tentunya penawaran sangat menarik untuk calon pembeli, terutama pada saat pandemi dan krisis keuangan, dan pada saat harga2 pada naik, sedangkan penghasilan tetap. Tapi tentunya ini bukan faktor utama calon pelanggan tertarik membeli, harus dibarengi pula dengan pelayanan dan kualitas terbaik tentunya.


5. Karakter Pemilik Usaha


Berhasilnya usaha, tidak ditentukan besarnya modal, tapi terutama ditunjang karakter pemilik usahanya.


- Mau dan mampu mengawasi jalannya usaha. Pengawasan meliputi operasional dan finansial, contohnya kedisplinan dan pelayanan karyawan, penjualan sehari-hari, stock opname, kualitas produk, dan lainnya.

- Harus memiliki product knowledge yang baik.

- Harus mengerti standar prosedur operasional.

- Mampu merancang dan menjalankan marketing plan.

- Mengerti cara rekrut dan seleksi karyawan terbaik.

- Mengetahui skema gaji dan tunjangan terbaik untuk karyawan.

- Mampu melatih dan memotivasi karyawan untuk bekerja dan memberi pelayanan terbaik.

- Mampu mengatasi segala macam masalah.

- Mengerti aturan pemerintah menyangkut pendirian usaha depot air minum.

- Sabar dan pantang menyerah dengan semua tantangan. Mampu memotivasi diri sendiri.


Ini semua diatas bisa dipelajari asalkan memiliki niat kuat, apalagi tanpa perlu proses trial dan error, tentunya akan lebih mudah dilalui.



6. Promosi


Promosi itu penting untuk mendatangkan pelanggan ke tempat usaha. Program marketing harus dibuat semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk datang dan membeli produk tersebut. Yang paling umum biasanya program diskon harga, dan yang lebih ekstrim program coba gratis, tapi tentunya semua itu harus dibarengi dengan sosialisasi program marketing tersebut seperti penyebaran brosur, pemasangan spanduk, promosi di media sosial, dan sebagainya agar bisa menjangkau calon pelanggan seluas mungkin. Dan terakhir program marketing tersebut harus dievaluasi efektifitasnya seperti berapa lama program marketing tersebut berlaku?





7. Standar Prosedur Operasional


Atau sering disingkat SOP (Standar Operating Procedure). Sistem ini penting untuk memastikan operasional tetap berjalan dengan baik siapapun karyawannya, ada ataupun tanpa kehadiran pemilik usaha. Semakin detail SOP semakin baik.


SOP mencakup aspek detail mengenai:

- Operasional.

- Pelayanan Pelanggan.

- Finansial.

- Marketing.

- Masalah teknis.



8. Kondisi Fisik Tempat Usaha


Seberapa baiknya produk tidak ada artinya apabila tempat usaha dibiarkan kotor dan kumuh. Salah satu faktor kepercayaan calon pelanggan untuk datang dan membeli produk adalah ketika mereka datang dan melihat depot air minum dalam keadaan terawat baik dan bersih. Tempat usaha tersebut harus bisa menimbulkan citra higienis dan steril sesuai produk air minum yang dijual.


Apabila setelah tuntas membaca artikel edukasi ini, anda ingin tahu perusahaan franchise yang bisa membantu anda dalam membuka usaha depot air minum modern, relatif murah, dan terus membantu agar usaha anda bisa awet dan menguntungkan, silakan klik indofreshwater bisnis depot air minum dengan sistem franchise atau aquago bisnis depot air minum dengan sistem lisensi. Atau anda ingin panduan yang lebih lengkap lagi klik artikel ini.







proses produksi depot air minum

Kita semua tahu jaman sekarang (tahun 2022), harga barang kebutuhan pokok pada naik semua gara2 inflasi. Penyebab utamanya karena kenaikan harga bbm yang pada akhirnya meningkatkan biaya transportasi pengangkutan barang-barang pokok tersebut, dan barang tersebut pada akhirnya terpaksa naik harganya untuk menutupi kenaikan biaya tersebut. Saya yakin semua paham ya hukum sebab akibat ini?, tapi tentunya kita tidak bisa hanya mengeluh, tanpa berusaha mencari solusi bagaimana menekan kenaikan harga tersebut padahal pendapatan relatif tetap atau kalau pun sesekali naik, jarang sekali mengikuti kenaikan inflasi.


Apa saja yang termasuk barang kebutuhan pokok? Kalau menurut referensi ada 9 atau biasa dikenal sembako yaitu: beras, minyak goreng, sayur dan buah, gula, garam beryodium, daging ayam atau sapi, susu, telur, dan gas elpiji. Seperti kita ketahui, sembako atau sembilan bahan pokok tersebut diatas sangat diperhatikan fluktuasi harganya oleh pemerintah. Terus dimonitor dan dikendalikan pemerintah agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu ekstrim sehingga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.


Dari 9 bahan kebutuhan pokok, sebenarnya ada 1 yang luput yaitu air siap minum. Selama ini kebutuhan air siap minum dipenuhi oleh:

  1. Air dari pam atau sumur kemudian direbus.

  2. Air minum dalam kemasan dalam bentuk botol galon 19L, dan kemasan lebih kecil.

  3. Air minum isi ulang.

Cara no.1, karena tidak ada statistiknya, bisa jadi merupakan cara yang paling tradisional dan banyak dilakukan sebagian besar masyarakat karena 'mudah dan murah'. Menurut saya 'mudah dan murah' sangatlah relatif, kenapa? Karena walau pun 'mudah dan murah' karena tinggal ambil dari sumber air pam atau sumur (air dari dalam tanah), tapi tetap harus susah payah merebus air sampai titik didih tertentu. Kemudian apabila sumber air tersebut kurang bersih (terkontaminasi), merebus air pun hanya mampu membunuh kuman, tapi tidak menghilangkan zat-zat yang menimbulkan rasa, bau, dan warna yang bisa membahayakan kesehatan. Selain itu merebus air itu kurang praktis karena perlu usaha lebih, makan waktu, dan tetap ada biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar gasnya. Kesimpulannya tidak 'mudah dan murah' apalagi 'aman dan higienis'.


Cara no. 2, beli air minum dalam kemasan atau amdk, adalah cara paling praktis. Diperkenalkan pertama kali di tahun 70'an oleh Aqua, sejak itu cara tradisional merebus air mulai pelan-pelan ditinggalkan karena konsumen ketika membutuhkan air siap minum tinggal beli atau pesan ke toko terdekat dan bisa langsung dikonsumsi. Cara ini memenuhi kriteria 'mudah', tapi tidak memenuhi kriteria 'murah' karena harga galon air ukuran 19L sudah mencapai Rp.18,000 bahkan bisa lebih untuk wilayah yang memerlukan jalur distribusi yang lebih panjang.

Kalau mau hitung-hitungan, kalau seandainya konsumsi rumah tangga setiap minggu rata-rata memerlukan 3 galon air artinya: 3 galon x Rp.18,000 x 4 minggu = Rp.216,000, lumayan porsi pengeluaran rumah tangga setiap bulannya.


Cara no. 3 adalah kompromi untuk cara no. 1 dan no. 2. Air minum isi ulang dari depot air minum isi ulang. Ada dua tipe depot air minum yaitu depot air minum tradisional dan depot air minum modern. Kedua tipe tersebut memenuhi syarat 'mudah dan murah'. Tapi ada 'tetapinya', yang akan kita bahas berikut ini:


Depot air minum tradisional menawarkan air minum isi ulang dengan harga murah (Rp.6,000 - Rp.7,000), siap antar, tapi terkadang tidak memenuhi syarat aman dan higienis, baik tempat usahanya maupun produk air minumnya. Salah satu cara untuk membuktikan produk airnya aman, higienis, dan siap minum, bahan baku airnya harus diuji layak minumnya melalui lab dinas kesehatan yang sudah terakreditasi. Apabila lulus uji, maka lab tersebut akan mengeluarkan sertifikat lulus uji kualitas air yang terdiri dari hasil uji fisika, kimia, dan mikrobiologi. Dan sertifikat ini tidak berlaku selamanya, tapi harus diperpanjang minimal setiap 6 bulan sekali untuk memastikan kualitas air tetap terjaga. Selain itu tentu saja, tempat usaha harus dijaga kebersihannya, dan peralatan dan filter air harus dipelihara terus kesterilannya agar bisa lolos uji lab. Nah sayangnya, depot air minum tradisional seringkali mengabaikan ketentuan-ketentuan ini.


Depot air minum modern, sama dengan depot air minum tradisional, menawarkan juga air minum isi ulang dengan harga murah (harga Rp.7,000 - Rp9,000), kadang dengan jasa pesan antar, tapi sesuai dengan tambahan 'modern', maka desain outlet dan standar operasional outlet disesuaikan dengan regulasi pemerintah dan harus konsisten penerapannya karena ada pengawasan berkala dari dinas kesehatan. Bahan baku air dari sumber air terbaik yaitu dari pegunungan. Selain itu sertifikasi atau pengujian kualitas harus dilakukan berkala sesuai masa berlaku, pemeliharaan kebersihan outlet, sterilisasi peralatan dan filter air demi untuk menjaga keamanan dan kualitas produk air minum isi ulangnya.


Sama dengan hitung-hitungan cara no. 2 dan kita coba bandingkan hasilnya: 3 galon x Rp.8,000 (ambil harga tengah) x 4 minggu = Rp.96,000 atau penghematan Rp.216,000 - Rp.96,000 = Rp.120,000, lumayan terjadi penghematan sebesar itu setiap bulannya dibanding beli galon air dari merk ternama, tanpa perlu mengorbankan kualitas airnya.


Kalau ada yang sampai bertanya, kenapa harganya bisa murah dibanding merk ternama?, jawabannya karena jalur distribusi jauh lebih pendek. Depot air minum memproduksi langsung dari outlet dan langsung distribusi ke konsumen, tanpa harus melalui pabrik, distributor, toko, dan baru kirim ke konsumen. Otomatis karena jalur distribusi pendek, maka biaya bisa lebih efisien dan murah.



So kawan, balik ke pilihan masing-masing, cara mana yang mau diambil? Semua ada faktor plus minusnya.


Kalau anda perlu air minum isi ulang yang memenuhi syarat produk dari depot air minum berkonsep modern, salah satunya adalah depot air minum Daily Fresh Water, Indofresh Water, atau Aquago. Bisa jadi, salah satu cabang outletnya dekat dengan lokasi domisili anda.

bottom of page